Adopsi,
dalam proses penyuluhan pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses
penerimaan inovasi dan atau perubahan perilaku baik yang berupa: pengetahuan (cognitive),
sikap (affective), maupun keterampilan (psychomotoric) pada diri seseorang
setelah menerima “inovasi” yang disampaikan penyuluh oleh masyarakat
sasarannya.
Pengertian adopsi sering rancu dengan
“adaptasi” yang berarti penyesuaian. Di dalam proses adopsi, dapat juga
berlangsung proses penyesuaian, tetapi adaptasi itu sendiri lebih merupakan
proses yang berlangsung secara alami untuk melakukan penyesuaian terhadap
kondisi lingkungan
Rogers dan Shoemaker
(1971) mengartikan inovasi sebagai: ide – ide baru, praktek – praktek baru,
atau objek – objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh
individu atau masyarakat sasaran penyuluhan.
Pengertian inovasi tidak hanya
terbatas pada benda atau barang hasil produksi saja, tetapi mencakup: ideologi,
kepercayaan, sikap hidup, informasi, perilaku, atau gerakan – gerakan menuju
kepada proses perubahan didalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat.
Dalam mempelajari sesuatu seseorang akan mengalami suatu proses adopsi yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental psikologis sebagai berikut :
• Tahap penumbuhan perhatian, dimana seorang sekedar mengetahui adanya suatu gagasan / ide atau praktek baru untuk pertama kalinya.
• Tahap pertumbuhan minat, dimana seseorang ingin mengetahui lebih banyak perihal baru tadai dan berusaha mencari informasi lebih lanjut.
• Tahap menilai, dimana seseorang mampu membuat perbandingan
• Tahap mencoba, dimana seseorang mencoba gagasan baru atau praktek baru.
• Tahap menerapkan, dimana seseorang meyakini gagasan atau praktek baru itu dan menerapkan sepenuhnya secara berkelanjutan di dalam usahataninya.
Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda demikian juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatan, sehingga perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berhasil guna dan berdaya guna.
Dalam mempelajari sesuatu seseorang akan mengalami suatu proses adopsi yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental psikologis sebagai berikut :
• Tahap penumbuhan perhatian, dimana seorang sekedar mengetahui adanya suatu gagasan / ide atau praktek baru untuk pertama kalinya.
• Tahap pertumbuhan minat, dimana seseorang ingin mengetahui lebih banyak perihal baru tadai dan berusaha mencari informasi lebih lanjut.
• Tahap menilai, dimana seseorang mampu membuat perbandingan
• Tahap mencoba, dimana seseorang mencoba gagasan baru atau praktek baru.
• Tahap menerapkan, dimana seseorang meyakini gagasan atau praktek baru itu dan menerapkan sepenuhnya secara berkelanjutan di dalam usahataninya.
Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda demikian juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatan, sehingga perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berhasil guna dan berdaya guna.
Yang dimaksud dengan proses difusi
inovasi adalah, perembesan adopsi inovasi dari satu individu yang telah
mengadopsi ke individu yang lain dalam system social masyarakat sasaran yang
sama.
TAHAPAN ADOPSI
•
awareness, atau kesadaran, yaitu sasaran
mulai sadar tentang adanya inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh.
•
interest, atau tumbuhnya minat yang
seringkali ditandai oleh keinginannya untuk bertanya atau mengetahui lebih jauh
tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan oleh
penyuluh.
•
evaluation atau penilaian terhadap
baik/buruk atau manfaan inovasi yang telah diketahui informasinya secara
lengkap.
•
trial
atau mencoba
dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya, sebelum menerapkan untuk
skala yang lebih luas lagi.
•
adoption atau menerima dengan penuh
keyakinan berdasarkan penilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamatinya
sendiri.
UKURAN
ADOPSI
Jika
menggunakan ilmu komunikasi, adopsi inovasi dapat dilihat jika sasaran telah
memberikan tanggapan (respons) berupa perubahan atau pelaksanaan
kegiatan seperti yang diharapkan (Berlo, 1961).
Faktor
– faktor yang Mempengaruhi kecepatan Adopsi
•
Sifat
– sifat atau karateristik inovasi
•
Sifat
– sifat atau karakteristik calon pengguna
•
Pengambilan
keputusan adopsi
•
Saluran
atau media yang digunakan
•
Kualifikasi
penyuluh.
Faktor-faktor
penentu adopsi inovasi dapat dilakukan melalui 4 pendekatan:
•
Pendektan
Komunikasi
•
Pendekatan
Pendidikan
•
Pendekatan
psiko-sosial
•
Pendekatan
Sistem Agribisnis
terima kasih yah,,,
BalasHapuscukup membantu blognya :)