Kamis, 16 Januari 2014

ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI DALAM PENYULUHAN KEHUTANAN



           Adopsi, dalam proses penyuluhan pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses penerimaan inovasi dan atau perubahan perilaku baik yang berupa: pengetahuan (cognitive), sikap (affective), maupun keterampilan (psychomotoric) pada diri seseorang setelah menerima “inovasi” yang disampaikan penyuluh oleh masyarakat sasarannya.

           Pengertian adopsi sering rancu dengan “adaptasi” yang berarti penyesuaian. Di dalam proses adopsi, dapat juga berlangsung proses penyesuaian, tetapi adaptasi itu sendiri lebih merupakan proses yang berlangsung secara alami untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi lingkungan

           Rogers dan Shoemaker (1971) mengartikan inovasi sebagai: ide – ide baru, praktek – praktek baru, atau objek – objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran penyuluhan.

            Pengertian inovasi tidak hanya terbatas pada benda atau barang hasil produksi saja, tetapi mencakup: ideologi, kepercayaan, sikap hidup, informasi, perilaku, atau gerakan – gerakan menuju kepada proses perubahan didalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat.



            Dalam mempelajari sesuatu seseorang akan mengalami suatu proses adopsi yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental psikologis sebagai berikut :
• Tahap penumbuhan perhatian, dimana seorang sekedar mengetahui adanya suatu gagasan / ide atau praktek baru untuk pertama kalinya.
• Tahap pertumbuhan minat, dimana seseorang ingin mengetahui lebih banyak perihal baru tadai dan berusaha mencari informasi lebih lanjut.
• Tahap menilai, dimana seseorang mampu membuat perbandingan
• Tahap mencoba, dimana seseorang mencoba gagasan baru atau praktek baru.
• Tahap menerapkan, dimana seseorang meyakini gagasan atau praktek baru itu dan menerapkan sepenuhnya secara berkelanjutan di dalam usahataninya.
Kemampuan seseorang untuk mempelajari sesuatu berbeda-beda demikian juga tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatan, sehingga perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berhasil guna dan berdaya guna.

            Yang dimaksud dengan proses difusi inovasi adalah, perembesan adopsi inovasi dari satu individu yang telah mengadopsi ke individu yang lain dalam system social masyarakat sasaran yang sama.

TAHAPAN ADOPSI
       awareness, atau kesadaran, yaitu sasaran mulai sadar tentang adanya inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh.
       interest, atau tumbuhnya minat yang seringkali ditandai oleh keinginannya untuk bertanya atau mengetahui lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh.
       evaluation atau penilaian terhadap baik/buruk atau manfaan inovasi yang telah diketahui informasinya secara lengkap.
       trial atau mencoba dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya, sebelum menerapkan untuk skala yang lebih luas lagi.
       adoption atau menerima dengan penuh keyakinan berdasarkan penilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamatinya sendiri.


UKURAN ADOPSI
          Jika menggunakan ilmu komunikasi, adopsi inovasi dapat dilihat jika sasaran telah memberikan tanggapan (respons) berupa perubahan atau pelaksanaan kegiatan seperti yang diharapkan (Berlo, 1961).

Faktor – faktor yang Mempengaruhi kecepatan Adopsi
       Sifat – sifat atau karateristik inovasi
       Sifat – sifat atau karakteristik calon pengguna
       Pengambilan keputusan adopsi
       Saluran atau media yang digunakan
       Kualifikasi penyuluh.

          Faktor-faktor penentu adopsi inovasi dapat dilakukan melalui 4 pendekatan:
       Pendektan Komunikasi
       Pendekatan Pendidikan
       Pendekatan psiko-sosial
       Pendekatan Sistem Agribisnis



1 komentar: