Adopsi,
dalam proses penyuluhan pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses
penerimaan inovasi dan atau perubahan perilaku baik yang berupa: pengetahuan (cognitive),
sikap (affective), maupun keterampilan (psychomotoric) pada diri seseorang
setelah menerima “inovasi” yang disampaikan penyuluh oleh masyarakat
sasarannya.
Pengertian adopsi sering rancu dengan
“adaptasi” yang berarti penyesuaian. Di dalam proses adopsi, dapat juga
berlangsung proses penyesuaian, tetapi adaptasi itu sendiri lebih merupakan
proses yang berlangsung secara alami untuk melakukan penyesuaian terhadap
kondisi lingkungan
Rogers dan Shoemaker
(1971) mengartikan inovasi sebagai: ide – ide baru, praktek – praktek baru,
atau objek – objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh
individu atau masyarakat sasaran penyuluhan.
Pengertian inovasi tidak hanya
terbatas pada benda atau barang hasil produksi saja, tetapi mencakup: ideologi,
kepercayaan, sikap hidup, informasi, perilaku, atau gerakan – gerakan menuju
kepada proses perubahan didalam segala bentuk tata kehidupan masyarakat.



